Sebagian besar serangan asma dapat dicegah dengan menghindari faktor-faktor pemicu tersebut. Agar faktor-faktor pemicu serangan asma dapat dihindari, keluarga penderita sebaiknya mengatur kehidupan dan juga lingkungan sekitarnya. Misalnya, membersihkan rumah dengan teratur agar debu dan tungau tidak berkembang biak, hidup dengan nyaman dan menyebar di dalam rumah.
Menghindari makanan yang dapat merangsang tubuh, contohnya menghindari makan kacang-kacnagan bagi mereka yang alergi terhadap kacang, memakan makanan laut bagi mereka yang alergi makanan luar. Ketika udara dingin datang biasanya asma pun kambuh dapat dicegah dengan memakai pakaian yang agak tebal agar dapat menghangatkan tubuh, serta minum dan makan yang hangat-hangat.
Berobat secara teratur
Pengobatan pada asma biasanya adalah kombinasi pengobatan jangka pendek dan jangka panjang yang berfungsi untuk mengubah agar otot-otot pada saluran pernapasan, berelaksasi, membuka saluran pernapasan yang mengecil dan mencegah terjadinya peradangan. Pengobatan sebenarnya tidak hanya dilakukan ketika serangan terjadi, tetapi juga saat tidak terjadi serangan. Penderita asma perlu memahami obat yang harus digunakan pada waktu sernagan dan di luar serangan. Pada prinsipnya, pengobatan disesuaikan dengan berat ringannya penyakit yang diderita seseorang.
Pengobatan diberikan secara rutin, sebagai pelindung dan pencegahan terhadap kambuhnya asma. Obat ini berfungsi sebagaimana layaknya sebuah payung yang dipakai untuk melindungi tubuh dari hujan. Pemberian obat-obatan pada penderita asma biasanya melalui berbagai macam cara, yaitu parenteral (melalui infus), per oral (tablet diminum) atau per inhalasi.
Pengobatan dengan cara infus adalah pemberian obat-obatan melalui pembuluh darah. Ada pula obat disuntikkan ke tubuh penderita, biasanya ini diberikan kepada penderita yang mengalami serangan hebat. Jika masih belum juga menolong, biasanya dokter akan memberikan suntikan kortikosteroid yang bertujuan untuk membantu membuka saluran pernapasan.


